Ratu Eka Bkj dan NewzEka

Pelopor Gerakan Idealis dan Humanis

Breaking

Friday, July 15, 2022

CERPEN, Nostalgia Jumpa Dia

Cerpen Ratu Eka Bkj

Jika waktu ku tak begitu saja menghilang. Maka, hanya sayap putih yang datang tanpa jeda. Namun, kini benar ada jarum jam yang menghampiri. Dikala otak ku tak pernah berpikir dan mengurai akan cinta, aku tak mengerti semua bisa terjadi. Yang aku tahu, hanyalah air mengalir tanpa pernah diprediksi. Itulah cerita hidup ku. Ya benar, seperti awal aku mengenal-nya.

Borok Negeri
Karya: @Ratu Eka Bkj
Dikala tahta telah merasuk
Dan, kau tusuk-tusuk....
Panahnya dengan keangkuhan
Dikala bola dunia tak lagi menjadi lampu
Kau jadikan semut semakin jelata dan merana
Kau cumbu Negeri dengan nafsumu
Tak perduli rakyat yang semakin sekarat
Kini langkah hanya sekedar meraup tumpukan kekayaan yang fana
Semakin kau puaskan perutmu hingga membuncit
Dan, kau telah berhasil menjadikan bumi Pertiwi memborok
Dan, baunya semakin membusuk
Sudah puaskah?


"Prok prok  prokkkkk prook",,,, Suara tepuk tangan penonton yang tampak gemuruh itu. Kamu tahu? Ya, aku akan beri tahu. Itu menandakan betapa seorang Aktivis yang baru saja membacakan puisi kebangsaannya. Eka, benar itu nama ku.

Seorang wanita Aktivis yang sering kali membawakan tema-tema politik yang pedas. Dia sering menyuarakan orasi dan juga puisi, wujud gerakannya sebagai Aktivis.

Kala itu, aku baru saja diundang mengisi puisi di UNP Kediri dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Acara yang diadakan oleh Mahasiswa Bahasa Indonesia.

Aku pun turun dari panggung dengan senyum yang manis. Terlihat, rasa syukur di wajahku yang makin bersinar. Banyak orang yang kagum. Baik Ketua HMJ, panitia, dan penonton banyak yang mengucapkan selamat. Berjabat tangan.

Salah satunya, seorang Mahasiswa pria yang manis itu. Dia perwakilan dari salah satu Teater di kampusnya. Datang mendekati diriku.

"Haloo, Aku Ikhwan. Pembacaan puisi yang sangat luar biasa" Katanya kepadaku sambil menjabat tangan.
"Hey, terimakasih banyak Ikhwan. Aku Eka"
"Iya, kan udah tahu pas kamu baca puisi tadi"
"Hehehe, Iya"
"Boleh aku duduk disini"
"Owh, boleh silahkan"
"Baca puisi kamu bagus banget. Kamu teater mana?"
"Aku bukan dari teater."
"Tapi, uda pernah ikut LATAM?"
"LATAM apaan? Nggak pernah deh kayaknya"
"Wah hebat kamu Eka, nggak pernah ikut LATAM dan nggak ikut teater. Tapi, baca puisi kamu berkualitas banget. Kok bisa kayak gitu apa resepnya?"
"Aku Aktivis Literasi. Beberapa organisasi literasi, aku ada di dalamnya. Selain itu, sejak kecil aku suka menulis dan juga suka baca puisi"
"Hebat. Kamu perwakilan organisasi apa ini? "
"GERMUSA"
"Apa itu, organisasi literasi?" Tanya Ikhwan penasaran.
"GERMUSA (Gerakan Komunitas Mahasiswa), organisasi pergerakan yang Aku gagas dan dirikan bersama Bolo-Bolo. Aku Pimpinan Umum GERMUSA."
"Wah mantap kamu Eka mendirikan organisasi juga. Kalau organisasi literasi kamu apa? "
"Salah satunya, QLC Trenggalek"
"Sukses selalu buat kamu Eka."
"Terimakasih Ikhwan. Oh ya, kamu dari teater mana?"
"Teater Goesti, kampus Tribakti. Eka, kagum aku kenal kamu. Bisa nggak aku minta nomer kamu. Nanti, kapan-kapan  teater kampusku ada acara pengen undang kamu"
"Iya boleh Ikhwan, nih nomerku"

Sejak itulah. Nuansa langit yang begitu menawan. Menampakkan bintang-bintangnya yang bersinar, cemerlang. Mendengar gelegar pentas sastra yang semakin bergembira. Menyaksikan, awal perjumpaan itu. Sebenarnya, aku nggak pernah tahu kalau Ikhwan suka dan ada rasa. Aku, mengenal dan memberikan nomer telepon itu karena dalam otak ku berpikir dengan kata "Kerjasama". Tapi, jalan Tuhan berbeda.


*Bersambung*



DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =

0177-01-042715-50-9

EKA APRILIA.... BRI...

0895367203860

EKA APRILIA, OVO


14 comments:

  1. Aku yang baca udah ge.er duluan, wah ngapain nih minta nomer hp. Hehe. Lanjuuuuuut........

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, ngefans kali guys 😀🤩
      Penasaran kelanjutannya guys? Pantengin scene selanjutnya oke🤩🤝

      Delete
  2. Mesem mesem bacanya hahaha. Seru mbakk ceritanyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alkhamdulillahirrobbil'alamin, terimakasih guys 🤩🤝

      Delete
  3. Wah, draft tulisannya keren nih kalo bisa dibuat novel romance suatu saat nanti.. siapa tau bisa jadi penulis novel yg terkenal di Indonesia.. hehee..

    Lanjutkan mbak, smoga semakin menarik ceritanya 👌👌

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya rabbal'alamin Ya Alloh SWT 🤲
      Terimakasih guys doanya, BarokAlloh 🤩🤝

      InshaAllah, ada rencana bakal projects nerbitin buku lagi sih guys termasuk novel.

      Delete
  4. Prok prok prokkkkk prook",,,,
    Komanya banyak betul, Mbak. Hehehe.
    Sukses buat cerpennya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, iya guys biar lebih dramatis.
      Amin ya robbal'alamin, terimakasih guys doanya. BarokAllah.

      Delete
  5. wahhh, seru nih bacanya.. ditunggu kelanjutannya mba hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alkhamdulillahirrobbil'alamin, terimakasih guys.

      Delete
  6. Pertemuan yang kerap tidak sengaja dan ternyata membawa ke petualangan berikutnya.
    Semoga Eka dan Ikhwan bisa melanggengkan hubungan mereka.
    **pembaca yang selalu ingin happy ending. Hihii~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, InshaAllah. So, pantengin terus episode yang selanjutnya oke guys. Semga bisa happy ending, BarokAllah.

      Delete
  7. Cinta pandangan pertama ya kak ituuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan guys, itu ngasih nomer karena berpikir mau kerjasama organisasi/UKM kalau ada undangan baca puisi.

      Itu tokoh Eka baru jatuh cinta nanti kalau sudah sahabatan di scene/episode berikutnya. Pantengin terus oke guys🤩

      Delete